ana nulis artikal ini bermula saat, hp ana rusah..waktu itu ana pergi ke grapari telkomsel. tampa sengaja ana ambil selebaran dari telkomsel..waktu ana baca ada sesuatu yang menarik mengenai kabupaten blora..ini keliat banget kalau ana g perna maen..ternyata kabupaten yang terletak diantara kabupaten ngawi dan kabupaten grobugkan jawa tengah.luas wilayah mencapai 1.820,59 km2 atau sekitar 5,5% luas wilayah propinsi jawa tengah. la di blora kecamatan yang mempunyai wilayah terluas randublatung seluas 2111,13km2 , kayaknya dulu ayah saya perah cerita soal randu blatung hehhe..udah langsung aja kita terusin pembahasanya.dan cepu mempunyai luas wilayah 49,15km2 diman acepu merupakan kecamatan terkecil.
menurut cerita rakyat jaman dulu nama blora itu sendiri berasal dari kata belor yang berarti lumpur. lalu kemudian berkembang jadi mbloran hingga akhirnya samapai sekarang lebih dikenal dengan nama blora. memang secara etimologi blora berasal dari kata wai dan lorah. wai berarti air dan lorah berarti jurang atau tanah rendah.. sedangkan dalam bahasa jawa sering terjadi pertukaran dari huruf W dengan huruf B, tanpa menyebabkan perubahan arti kata . akhirnya seiring perubahan zaman kata waliorah menjadi bailorah. dari bailorah menjadi balora dan kata balora akhirnya menjadi blora. jadi nama blora memiliki arti tanah rendah berair.
dengan kondisi alam seperti ini, blora memiliki banyak aset waisata alam yang memukau. antara lain
goa terawang Goa Terawang merupakan obyek wisata alam, terbentuk di daerah endapan batu Gamping Pegunungan Kapur Utara berumur + 10 juta tahun. Terletak di Desa Kedungwungu Kecamatan Todanan kawasan Hutan KPH Blora + 35 Km.
arah Barat Kota Blora. Goa Terawang mempunyai panjang alur/terawang terpanjang + 180 m dengan kedalaman 5-11 m dibawah permukaan tanah. Didalamnya terdapat stalakmit dan stalaktit yang sangat indah dan menawan. Di kawasan ini pula terdapat beberapa goa-goa yang tidak kalah menariknya, antara lain goa Kidang, Goa Suru, Goa Manuk, dll.
Kawasan wisata Goa Terawang merupakan kompleks goa yang memiliki enam goa dalam satu kawasan, ini terbanyak di Jateng. Di dalam kawasan seluas 13 hektar itu terdapat satu goa induk, satu sendang, dan lima goa kecil lainnya. Goa ini merupakan satu-satunya goa yang di dalamnya terang di siang hari karena terkena sinar matahari. Di kompleks Wanawisata Goa Terawang terdapat kawasan arena bermain anak yang terletak 50 meter dari mulut Goa Terawang yang terasa sejuk karena dipayungi ratusan pohon jati besar.
di kawasan ini pula terdapat beberapa goa antara lain goa kidang setelah buka blog saya berhenti di blog arkeologi di situ saya dapat info tentang goa kidang sebagai berikut
Penelitian bertema Pola Okupasi Gua Hunian Prasejarah Kawasan Karst Blora tahun 2009 merupakan penelitian tahap III. Penelitian Balai Arkeologi Yogyakarta yang diketuai Indah Asikin Nurani ini dilasanakan bulan Maret yang lalu, dengan pendekatan arkeologi spasial atau arkeologi keruangan yang mengenal adanya tiga tingkat ruang yaitu mikro (satu unit gua) meso / semi miro (beberapa gua hunian atau komunitas), dan makro (antarkomunitas). Permasalahan penelitian ini adalah: Bagaimana pola okupasi penghuni gua kawasan kasrt Blora berlangsung? Bagaimana interaksi antara manusia dengan sumberdaya alam sekitarnya dalam pola adaptasinya? Dan bagaimana pola pemanfaatan lahan Gua Kidang sebagai satu-satunya gua hunian di kawasan karst Blora?
Simpulan Sementara
Fragmen tulang iga homo
Berdasarkan hasil survei dan ekskavasi di Gua Kidang dapat disimpulkan sementara sbb:
1. Sebaran gua di kawasan karst Blora secara geomorfologis dan arkeologis, serta kelayakan hunian menunjukkan kurang bagus. Sebagaian besar gua yang ada merupakan gua yang masih aktif sebagai lorong-lorong sungai bawah tanah. Selain itu, tingkat kelembaban dan proses pembentukan gua yang ada menunjukkan gua-gua kawasan karst Blora tidak banyak dijumpai gua-gua tebing yang potensial sebagai gua hunian.
2. Gua Kidang merupakan satu-satunya gua hunian manusia prasejarah di kawasan karst Blora. Luas gua yang lapang yaitu berukuran 36 x 18 x 18 m menambah tingkat kenyamanan dengan sirkulasi udara dan sinar matahari yang baik sebagai tempat tinggal.
3. Hasil ekskavasi di Gua Kidang menghasilkan temuan yang signifikan. Sejak lapisan atas telah banyak ditemukan artefak dari cangkang moluska dan tulang sebagai konteks prasejarah, sedangkan ketiga kotak lainnya pada kedalaman sekitar 30 cm dari permukaan tanah baru ditemukan konteks prasejarah.
4. Temuan dari beberapa fragmen tulang dan gigi homo sapiens mengindikasikan adanya gejala penguburan, diharapkan pada kedalaman selanjutnya dapat ditemukan.
5. Artefak litik atau batu belum ditemukan sehingga menarik untuk ditelusuri lebih lanjut. 
masih ada banyak goa lagi antara lain goa manuk, goa manuk dan lain.lain..
selai goa ada obyek wisata Obyek Wisata Waduk Greneng
Obyek Wisata Waduk Greneng merupakan Obyek Wisata Alam berupa Waduk terletak didukuh Greneng desa Tunjungan Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora + 12 km kearah barat laut dari Kota Blora. Obyek Wisata ini mempunyai fungsi ganda yaitu sebagai fungsi utama irigasi tanah pertanian dan pembesaran ikan air tawar. Karena letak dan lokasinya yang begitu indah dan menarik, serta berlatar belakang dekat dengan hutan Wilayah KPH Mantingan yang menambah suasana berkesan keindahan pemandangan alamnya, sehingga Obyek Wisata Waduk Greneng juga merupakan Obyek Wisata yang banyak dikenal oleh masyarakat baik dari dalam maupun dari luar kota, khususnya kaum remaja yang mempunyai hoby memancing.
Obyek Wisata Waduk Greneng mempunyai hamparan yang luas + 45 ha dengan terdapat beberapa macam / jenis ikan air tawar, sehingga banyak masyarakat setempat yang menjajakan ikan hasil tangkapannya, dalam hal ini dapat menambah semaraknya suasana sekaligus sebagai daya tarik Obyek Wisata Waduk Greneng. Untuk mencapai Obyek Wisata dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.terimakasih kepada telkomsel, http://herisys.blogspot.com dan http://arkeologijawa.com
Saturday, March 27, 2010
PESONA ALAM KABUPATEN BLORA
teman-teman
alam..........yang indah

0 comments:
Post a Comment