Pelajaran Dari Nyamuk
Penulis: Ibnu Samudin
“Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih dari itu” (QS.Al Baqarah : 26)
Ayat ini turun sebagai bantahan atas tuduhan kaum kuffar bahwa Al Qur’an mengandung kalimat-kalimat yang tidak layak ada dalam kitab suci, seperti laba - laba, semut, lebah, dan sebagainya.
Mereka mengangap hal itu bertolak belakang dengan kaidah keindahan dan kefasihan bahasa arab. Karenanya Allah Ta’ala membuat tantangan dengan mendatangkan uslub (bentuk/model) perumpamaan yang lebih rendah dari dugaan mereka, yakni nyamuk dalam Al Qur’an ini mengandung hikmah dan pelajaran.
Nyamuk, oleh bangsa Arab disebut Al Baudhah, birmisy, dan naamusy. Secara dhohir, nyamuk cuma serangga yang kecil dan lemah. Karenanya, wajar kalau simbol kelemahan dan kerendahan dinisbatkan pada nyamuk. Rasulullah SAW bersabda : “Jika sekiranya dunia ini sebanding disisi Allah dengan sayap seekor nyamuk, niscaya orang-orang kafir tidak akan mendapatkan bagian walau hanya seteguk air” (HR. Tirmidzi)
Siapa sangka di balik kelemahannya ternyata bagian dari junudurrahman (tentara-tentara Allah) yang sangup meluluhlantakkan segala sesuatu. Misalnya kisah Namruz, raja yang sangat zalim dan menganggap dirinya Tuhan itu mati lantaran di sengat nyamuk.
Hal ini mengajarkan sesuatu yang nampak remeh dan enteng belum tentu tidak memiliki nilai. Bak air tak beriak tandanya dalam. Karenanya Aisyah RA memperingatkan sikap memandang enteng dosa-dosa yang dianggap kecil “Janganlah kalian memandang remeh sesuatu yang kecil (dosa-dosa kecil) sesungguhnya gunung yang menjulang awalnya berupa batu-batu kecil”
Karena itu jangan menganggap enteng mukmin yang secara zahir keliatan lemah dan miskin. Boleh jadi mereka menyimpan energi yang besar bagi kesuksesan perjuangan menegakan kalimat Allah. Orang-orang lemah itu bisa menjadi sebab datangnya pertolongan, kemenangan, dan kelapangan rezeki dari Allah. Nabi SAW bersabda: “Boleh jadi, seorang (mukmin) yang miskin, lemah, compang camping lagi berdebu, tertolak setiap mendatangi pintu-pintu, Tetapi jika bersumpah dan berdoa pasti Allah memperkenankan permohonannya”
Andaikan mereka tidak dapat diharapkan dari sisi materi dan pikiran, kita mendapatkan manfaat dari munajat dan doa mereka.
Disisi lain nyamuk sering lupa daratan ketika mendapat kesenangan hingga terlena dan lupa akan keselamatan dirinya. Kenyataan ini terjadi pula pada orang-orang kafir dahulu dan hari ini. Mereka menyangka dirinnya yang paling kuat dan berkuasa hanya lantaran memiliki keunggulan materi, persenjataan, dan tehnologi. Kelalaian dan kelengahan membuat mata mereka tertutup, bahwa suatu saat keangkuhan tadi bakal menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.
Seorang mukmin seyogyanya mawas diri dan jangan terjerumus dan tertipu seperti kaum kuffar. Tanamkan keyakinan apa yang di sisi orang-orang kafir tidak lebih berharga dari sayap seekor nyamuk . Disamping itu tumbuhkan pula rasa optimis akan dekatnya nusrah (bantuan) dari Allah, karena orang-orang yang beriman jauh lebih mulia dan lebih tinggi. Allah ta’ala berfirman : “Janganlah kamu bersikap lemah dan jangan (pula) bersedih hati padahal kamulah yang lebih tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang yang beriman“ ( QS.Ali Imran : 139)
sumber : alhikmah.com [26.02.2004]
Monday, March 8, 2010
PELAJARAN DARI NYAMUK
teman-teman
alam..........yang indah

0 comments:
Post a Comment