Keharmonisan Alam
Oleh : Mujiyanto
Allah SWT menciptakan alam semesta dengan sangat sempurna. Allah SWT juga menetapkan nidzamul wujud, aturan dan kaidah sebab akibat (kausalitas) yang pasti terjadi. Istilah ilmiahnya sering disebut sebagai hukum alam.
Semua itu merupakan sunnatullah yang bersifat tetap dan tak berubah-ubah. ''Sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah. Sekali-kali kamu tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah.'' (QS Fathir: 43). Secara alami, alam semesta, termasuk bumi dan seisinya, berjalan harmonis, mengikuti hukum alam atau sunnatullah yang telah dilekatkan Allah SWT dalam setiap penciptaannya. Bila keharmonisan alam itu diganggu, tentu akan memunculkan suatu akibat.
Akibat itulah yang kita lihat pada hari-hari ini. Betapa bencana terus melanda negeri ini, seperti banjir dan tanah longsor. Bencana itu bukan semata-mata kesalahan alam, tapi disebabkan ulah manusia yang tidak menjaga keharmonisan alam. Banyak orang dengan keserakahannya menggunduli hutan, merusak tata guna lahan, menghilangkan jalur hijau, membuang limbah dan sampah sembarangan.
Kesetimbangan alam akhirnya rusak dan kita yang menanggung akibatnya. ''Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).'' (QS Ar-Rum: 41).
Ayat itu menjadi peringatan bagi kita untuk melakukan introspeksi dan kembali mengelola alam secara harmonis. Tak bisa lagi alam dikelola hanya menggunakan prinsip ekonomi semata. Mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya. Pengelolaan alam juga tidak bisa semaunya sendiri. Sebaliknya, pengelolaan alam harus menggunakan aturan dari Dzat yang telah menciptakan keharmonisan alam itu.
Aturan-aturan-Nya pasti akan membawa keharmonisan bagi alam, termasuk manusia yang ada di dalamnya. ''Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Alquran) untuk menjelaskan segala sesuatu, petunjuk, rahmat, dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. (QS An-Nahl: 89).
Hanya memang banyak yang enggan melaksanan aturan tersebut. ''Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pasti Kami limpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka dustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka oleh perbuatannya.'' (QS Al-A'raf: 96). Sekarang tinggal kita mau pilih yang mana.
republika
Tuesday, February 2, 2010
KEHARMONISAN ALAM
teman-teman
alam..........yang indah

0 comments:
Post a Comment