Jangan sepelekan buah yang satu ini, nanas ternyata memiliki berbagai macam manfaat yang berguna bagi tubuh kita.
Nanas mempunyai berbagai macam manfaat sebagai penyembuh dan pembersih tubuh serta bermacam-macam manfaat lainnya. Nanas dapat menjadi salah satu menu buah Anda di saat diet karena rasa dan aromanya yang khas. Berbagai macam kegunaan nanas antara lain adalah:
* Nanas membantu pencernaan protein dan mempercepat proses penyembuhan
Buah nanas kaya akan enzim bromelain yang berguna untuk melegakan tenggorokan dan membantu pencernaan. Enzim bromelain mencerna protein di dalam makanan dan menyiapkannya agar mudah untuk diserap oleh tubuh. Nanas juga dapat digunakan untuk mengempukkan daging. Selain kegunaan di atas, nanas mengandung citric dan malic acid yang memberi rasa manis dan asam pada buahnya. Asam ini membuat nanas menjadi bahan makanan yang digunakan secara luas untuk membuat masakan asam manis.
Bromelain membantu proses penyembuhan luka dan mengurangi pembengkakan atau peradangan di dalam tubuh. Nanas adalah pilihan yang baik untuk pasien sebelum dan sesudah menjalani operasi.
* Berfungsi sebagai pembersih
Nanas juga bersifat membersihkan. Enzim bromelain membantu membersihkan tubuh dan mengimbangi kadar keasaman dalam darah. Nanas menaikkan kadar basa darah dan membantu meringankan penyakit edema dengan cara mengurangi air berlebih didalam tubuh.
Nanas adalah salah satu dari beberapa buah yang mempunyai kandungan aspartic acid yang cukup tinggi. Asam aspartic berfungsi sebagai asam amino di dalam tubuh kita sehingga membantu proses metabolisme tubuh. Asam ini juga membantu membuang asam amonia di dalam tubuh. Amonia adalah racun yang berbahaya bagi sistem saraf pusat.
Manfaat lain dari nanas
Hampir sama dengan pisang, nanas juga mengandung serat yang berguna untuk membantu proses pencernaan, menurunkan kolesterol dalam darah dan mengurangi resiko diabetes dan penyakit jantung. Serat dari 150 gram nanas setara dengan separuh dari jeruk. Selain itu kandungan vitamin dan mineral menjadikan nanas sumber yang bagus untuk vitamin C dan berbagai macam vitamin lainnya.
Asam chlorogen, yaitu antioksidan yang banyak terdapat di buah-buahan juga dapat ditemukan pada nanas. Asam ini memblokir formasi dari nitrosamine, zat yang dapat menyebabkan kanker. Nitrosamine terbentuk ketika daging olahan yang diberi pengawet dipanaskan pada suhu tinggi.
Penelitian menyebutkan nanas mempunyai asam amino esensial dan non esensial untuk membantu memperkuat sistem imun dalam tubuh, mengatasi kelelahan dan meningkatkan stamina dan energi. Zat valine dan leucine yang terdapat di dalam nanas juga dibutuhkan oleh tubuh kita untuk pertumbuhan dan memperbaiki jaringan otot. Zat ini juga termasuk salah satu zat esensial yang diperlukan untuk mempertahankan kadar energi tubuh kita. Zat amino non esensial, proline, penting untuk mempertahankan fungsi sendi dan tendon serta menguatkan otot jantung.
Nanas mengandung cystine yang berguna untuk pembentukan kulit dan rambut kita, membentuk formasi kulit dan mempercepat penyembuhan luka. Cystine juga membantu memperlambat proses penuaan dini.
Pertimbangan sebelum mengkonsumsi nanas
Bagi beberapa orang, mengkonsumsi nanas terlalu banyak dapat menyebabkan sakit kepala. Nanas dapat menimbulkan reaksi alergi pada sebagian orang. Sebagian orang dapat merasakan gejala alergi seperti kulit menjadi merah dan gatal setelah mengkonsumsi nanas. Untuk menghindari hal ini, potong dan celupkan nanas ke dalam air garam sebelum dikonsumsi.
Dalam kasus alergi serius, bibir dan mulut dapat menjadi bengkak setelah mengkonsumsi nanas. Selain itu nanas juga dapat menyebabkan diare atau mual pada sebagian orang. Hal ini dapat terjadi jika orang yang alergi terhadap nanas mengkonsumsi nanas dalam jumlah besar.
Beberapa tips dalam memilih nanas yang baik
Nanas dapat berwana hijau atau kuning warnanya. Ketika memilih nanas, pilihlah nanas yang berat. Hal ini menandakan tingkat kesegarannya. Untuk melihat apakah nanas yang Anda pilih sudah matang atau belum, andalkan indra penciuman Anda. Buah nanas yang sudah matang mempunyai bau yang kuat, manis dan khas.
Buah nanas yang tidak matang terasa sangat kecut. Ketika nanas yang belum matang dipanen dari tanamannya, buah tersebut tidak akan bisa menjadi lebih matang lagi. Buah nanas yang tidak matang tersebut akan mulai membusuk. Karena buah nanas tidak mempunyai cadangan yang bisa diubah menjadi gula.
Rasa dan aroma dari buah nanas membuat buah tersebut sering dipakai sebagai hidangan pembuka. Selain itu nanas juga digunakan sebagai bumbu masakan karena rasanya yang khas.
di kutip dari ULTIMATE NUTRITION
Selengkapnya...
Sunday, March 14, 2010
MANFAAT BUAH NANAS
KHASIAT BUAH SIRSAK
setelah seharian keluar masuk blog, la akhirnya nyapek deh di blog EST LAM q tertarik ama isinya makanya aku kutip deh..makasih ya buat pemilik blog EST LAM,...
Khasiat buah sirsak (graviola) sebagai obat anti tumor/kanker yang sangat kuat dan terbukti secara medis bisa menyembuhkan segala jenis kanker telah menimbulkan kegemparan.
Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri, anti jamur (fungi), melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali sistem syaraf yang kurang baik.
Ketika para pakar riset dari Health Sciences Institute mendengar berita keajaiban buah sirsak, mereka mulai melakukan riset. Hasilnya sangat mengejutkan. Graviola memang terbukti sebagai pohon pembunuh sel kanker yang efektif. Kisah lengkap tentang keajaiban buah sirsak dapat dijumpai dalam Beyond Chemotherapy: New Cancer Killers, Safe as Mothers Milk terbitan Health Sciences Institute.
Khasiat dan keajaiban buah sirsak sebenarnya sejak lama diketahui oleh para peneliti di The National Cancer Institute (NCI). Maka itu, NCI memulai riset ilmiahnya pada tahun 1976. Hasilnya membuktikan bahwa daun dan batang kayu buah sirsak mampu menyerang dan menghancurkan sel-sel berbahaya kanker. Sayangnya hasil ini hanya untuk keperluan intern dan tidak dipublikasikan.
Sejak 1976 itu, buah sirsak terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang luar biasa pada uji coba yang dilakukan oleh 20 laboratorium independen yang berbeda-beda.
Selengkapnya...
LIMA MITOS SESAT SEPUTAR MATEMATIKA
Lima Mitos Sesat Seputar Matematika
BANYAK mitos menyesatkan mengenai matematika. Mitos-mitos salah ini memberi andil besar dalam membuat sebagian masyarakat merasa alergi bahkan tidak menyukai matematika. Akibatnya, mayoritas siswa kita mendapat nilai buruk untuk bidang studi ini, bukan lantaran tidak mampu, melainkan karena sejak awal sudah merasa alergi dan takut sehingga tidak pernah atau malas untuk mempelajari matematika. Meski banyak, namun ada lima mitos sesat yang sudah mengakar dan menciptakan persepsi negatif terhadap matematika.
Mitos pertama, matematika adalah ilmu yang sangat sukar sehingga hanya sedikit orang yang atau siswa dengan IQ minimal tertentu yang mampu memahaminya. Ini jelas menyesatkan. Meski bukan ilmu yang termudah, matematika sebenarnya merupakan ilmu yang relatif mudah jika dibandingkan dengan ilmu lainnya. Sebagai contoh, amati perbandingan soal untuk siswa kelas 6 sebuah SD swasta berikut ini. Soal pertama, “Sebutkan 3 tarian khas daerah Kalimantan Tengah.” Soal kedua, “ Sebuah lingkaran dibagi menjadi tiga buah juring dengan perbandingan masing-masing sudut pusatnya adalah 2 : 3 : 4, maka hitung besar masing-masing sudut pusat juring-juring tersebut“ .
Ternyata, persentase siswa yang menjawab benar soal kedua lebih besar dibandingkan persentase siswa yang menjawab benar soal pertama. Tanpa ingin mengundang perdebatan, contoh di atas menunjukkan, bahwa matematika bukanlah ilmu yang sangat sukar. Soal matematika terasa sulit bagi siswa-siswa kita karena mereka tidak memahami konsep bilangan dan konsep ukuran secara benar semasa di sekolah dasar. Jika konsep bilangan dan ukuran dikuasai, maka pekerjaan menganalisis dan menghitung menjadi hal yang mudah dan menyenangkan.
Mitos kedua, matematika adalah ilmu hafalan dari sekian banyak rumus. Mitos ini membuat siswa malas mempelajari matematika dan akhirnya tidak mengerti apa-apa tentang matematika. Padahal, sejatinya matematika bukanlah ilmu menghafal rumus, karena tanpa memahami konsep, rumus yang sudah dihafal tidak akan bermanfaat. Sebagai contoh, ada soal berikut, “Benny merakit sebuah mesin 6 jam lebih lama daripada Ahmad. Jika bersama-sama mereka dapat merakit sebuah mesin dalam waktu 4 jam, berapa lama waktu yang diperlukan oleh Ahmad untuk merakit sebuah mesin sendirian ?”.
Seorang yang hafal rumus persamaan kuadrat tidak akan mampu menjawab soal tersebut apabila tidak mampu memodelkan soal tersebut ke dalam bentuk persamaan kuadrat. Sesungguhnya, hanya sedikit rumus matematika yang perlu (tapi tidak harus) dihapal, sedangkan sebagian besar rumus lain tidak perlu dihafal, melainkan cukup dimengerti konsepnya. Salah satu contoh, jika siswa mengerti konsep anatomi bentuk irisan kerucut, maka lebih dari 90 persen rumus-rumus irisan kerucut tidak perlu dihafal.
Mitos ketiga, matematika selalu berhubungan dengan kecepatan menghitung. Memang, berhitung adalah bagian tak terpisahkan dari matematika, terutama pada tingkat SD. Tetapi, kemampuan menghitung secara cepat bukanlah hal terpenting dalam matematika. Yang terpenting adalah pemahaman konsep. Melalui pemahaman konsep, kita akan mampu melakukan analisis (penalaran) terhadap permasalahan (soal) untuk kemudian mentransformasikan ke dalam model dan bentuk persamaan matematika. Jika permasalahan (soal) sudah tersaji dalam bentuk persamaan matematika, baru kemampuan menghitung diperlukan. Itu pun bukan sebagai sesuatu yang mutlak, sebab pada saat ini telah banyak beredar alat bantu menghitung seperti kalkulator dan komputer. Jadi, mitos yang lebih tepat adalah matematika selalu berhubungan dengan pemahaman dan penalaran.
Mitos keempat, matematika adalah ilmu abstrak dan tidak berhubungan dengan realita. Mitos ini jelas-jelas salah kaprah, sebab fakta menunjukkan bahwa matematika sangat realistis. Dalam arti, matematika merupakan bentuk analogi dari realita sehari-hari. Contoh paling sederhana adalah solusi dari Leonhard Euler, matematikawan Prancis, terhadap masalah Jembatan Konisberg. Selain itu, hampir di semua sektor, teknologi, ekonomi dan bahkan sosial, matematika berperan secara signifikan. Robot cerdas yang mampu berpikir berisikan program yang disebut sistem pakar (expert system) yang didasarkan kepada konsep Fuzzy Matematika. Hitungan aerodinamis pesawat terbang dan konsep GPS juga dilandaskan kepada konsep model matematika, goneometri, dan kalkulus. Hampir semua teori-teori ekonomi dan perbankan modern diciptakan melalui matematika.
Sedangkan mitos kelima menyebutkan, matematika adalah ilmu yang membosankan, kaku, dan tidak rekreatif. Anggapan ini jelas keliru. Meski jawaban (solusi) matematika terasa eksak lantaran solusinya tunggal, tidak berarti matematika kaku dan membosankan. Walau jawaban (solusi) hanya satu (tunggal), cara atau metode menyelesaikan soal matematika sebenarnya boleh bermacam-macam.
Sebagai contoh, untuk mencari solusi dari dua buah persamaan, dapat digunakan tiga cara yaitu, metode subtitusi, eliminasi, dan grafik. Contoh lain, untuk membuktikan kebenaran teorema Phytagoras, dapat dipergunakan banyak cara. Bahkan menurut pakar matematika, Bana G. Kartasasmita, hingga saat ini sudah ada 17 cara untuk membuktikan teorema Phytagoras. Solusi matematika yang bersifat tunggal menimbulkan kenyamanan karena tegas dan pasti.
Selain tidak membosankan, matematika juga rekreatif dan menyenangkan. Albert Einstein, tokoh fisika terbesar abad ke-20, menyatakan bahwa matematika adalah senjata utama dirinya dalam merumuskan konsep relativitasnya yang sangat terkenal tersebut. Menurut Einstein, dia menyukai matematika ketika pamannya menjelaskan bahwa prosedur kerja matematika mirip dengan cara kerja detektif, sebuah lakon yang sangat disukainya sejak kecil.
Memang, cara kerja matematika mirip sebuah games. Mula-mula kita harus mengidentifikasi variabel-variabel atau parameter-parameter yang ada melalui atributnya masing-masing. Setelah itu, laksanakan operasi di antara variabel dan parameter tersebut. Yang paling menyenangkan, dalam melakukan operasi kita dibebaskan melakukan manipulasi (trik) semau kita agar sampai kepada solusi yang diharapkan. Kebebasan melakukan manipulasi dalam operasi matematika inilah yang menantang dan mengundang keasyikan tersendiri, bak sedang dalam permainan atau petualangan. Karena itu, tidak mengherankan jika terkadang kita menjumpai siswa yang asyik menyendiri dengan soal-soal matematikanya.
Selain itu, secara intrinsik matematika juga memiliki angka berupa bilangan bulat yang mengandung misteri yang sangat mengasyikkan. Misalnya Anda melakukan operasi perkalian maupun pertambahan terhadap dua bilangan tertentu, maka terkadang akan muncul bilangan yang memiliki bentuk simetri tertentu. Contoh lain, Anda dapat menunjukkan kemahiran menebak dengan tepat angka tertentu yang telah mengalami beberapa operasi. Bagi yang belum memahami matematika, kemampuan Anda menebak angka dianggap sihir, padahal itu merupakan operasi.
Matematika adalah ilmu yang mudah dan menyenangkan. Karena itu, siapa pun mampu mempelajarinya dengan baik. Untuk itu, tugas utama kita adalah merobohkan mitos-mitos sesat di sekeliling matematika.
di ambil dari FATKOER.CO.CC
Selengkapnya...
BUNGA CHAMOMILE CEGAH DIABETES
Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan Atsushi Kato dan kawan-kawan membuktikan chamomile mampu menjauhkan Anda dari penyakit diabetes. Penelitian itu dipublikasikan di ACS Journal of Agricultural and Food Chemistry di Jepang dan Inggris.
Atsushi meneliti bunga chamomile, nama lain manzanilla, yang biasa digunakan untuk pengobatan masalah kesehatan seperti stres, demam, dan gangguan menstruasi.
Untuk mengetahui kegunaan lain, Atsushi meneliti para partisipan yang terkena penyakit diabetes selama 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar gula dalam peredaran tubuh partisipan sangat signifikan.
Cara terbaik mengonsumsi chamomile adalah dengan menyeduhnya dengan air panas seperti ketika Anda membuat teh. Menurut Atsushi, meminum teh chamomile bersamaan dengan waktu menyantap makanan dapat mencegah komplikasi diabetes seperti kehilangan jarak pandang, kerusakan saraf, dan kerusakan ginjal.
"Kandungan bunga chamomile dapat menetralkan kadar gula dalam tubuh sehingga terhindar dari penyakit diabetes," ujar Atsushi.
Selain dapat mencegah diabetes, chamomile yang merupakan keluarga dari bunga daisy ini juga dipercaya mampu untuk mengurangi stres dan berfungsi sebagai relaksasi otot dan menurunkan ketegangan,.
makasih buat rileks.com
Selengkapnya...
KELAPA SAWIT? BERKAH ATAU MASALAH
Khudori
Selasa, 05 Juni 2007 | 12:33 WIB
Sejarah perkebunan adalah sejarah kepedihan. Komoditas perkebunan membuat bangsa ini dijajah. Nilainya yang tinggi membuat semua bangsa tergiur menguasainya. Sejarah mencatat bagaimana keuntungan besar diraih korporasi kartel VOC. Tanam paksa memberi Belanda uang 830 juta gulden. Agrarisch Wet 1870 adalah cikal bakal perusahaan perkebunan besar yang roh dan jiwanya hingga sekarang masih hidup, seperti dapat dilihat dalam struktur ekonomi dualistik. Dalam struktur ini, kehidupan perusahaan besar dengan manajemen dan organisasi modern berdampingan dengan perkebunan rakyat yang dilaksanakan oleh para pekebun kecil yang sederhana dan “tradisional”.
Pada 1970-an, pemerintah mengembangkan perkebunan besar badan usaha milik negara yang memakai utang luar negeri. Pola perusahaan inti rakyat perkebunan dikembangkan. Pada 1980-1990-an awal perusahaan besar swasta mulai masuk, didukung oleh program Perkebunan Besar Swasta Nasional dengan skema bank berbunga rendah. Peran pemerintah mendorong perkebunan besar, BUMN, dan swasta sangat besar. Luas area kelapa sawit milik BUMN dan swasta pada 1968 masing-masing hanya 79 ribu dan 41 ribu hektare. Pada 2006, dari 5,6 juta hektare perkebunan kelapa sawit, 57 persen dikuasai swasta, 30 persen rakyat, dan 13 persen negara. Dominasi perkebunan swasta hanya ada di sawit.
Peran pemerintah dalam mendorong perkebunan rakyat relatif kecil. Berbeda sikapnya terhadap korporasi swasta, perbankan kurang bersahabat dengan petani, bahkan sering dikatakan petani tidak bankable. Kenyataannya, perkebunan rakyat jadi tulang punggung penerimaan negara dan penyerapan tenaga kerja. Sebagai gambaran, area kakao rakyat kini sekitar 700 ribu hektare, kebun karet rakyat 3,5 juta hektare, dan kelapa 3,7 juta hektare. Saat ini sekitar 80 persen area perkebunan dikuasai rakyat, sedangkan sisanya oleh swasta dan BUMN. Selain sawit, perkebunan rakyat mendominasi. Rakyatlah yang jadi real investor-nya.
Kemajuan perkebunan kelapa sawit sesungguhnya berkat dorongan pemerintah dengan segala perangkat kebijakannya, mulai lahan hingga pembiayaan yang disubsidi. Saat ini, dengan lahan 5,6 juta hektare dan produksi CPO 16 juta ton, Indonesia jadi eksportir CPO terbesar kedua di dunia dengan pangsa 37 persen (11,3 juta ton CPO). Malaysia masih menguasai 42 persen pasar internasional. Dari produksi CPO 14,7 juta ton pada 2006, Malaysia mengekspor 13,5 juta ton. Selama bertahun-tahun sawit menjadi andalan ekspor.
Seperti tebu, kelapa sawit adalah “komoditas emas”. Dari sawit bisa dihasilkan puluhan produk turunan bernilai tinggi, baik pangan maupun nonpangan. Dibanding Malaysia, dalam hal sawit Indonesia memiliki sejumlah keunggulan komparatif. Pertama, Indonesia memiliki lahan dan tenaga kerja melimpah. Saat ini ada lahan 9,2 juta hektare, yang bisa diperluas menjadi 18 juta hektare. Perluasan lahan sawit Malaysia mentok. Kedua, biaya produksi CPO Indonesia lebih rendah daripada Malaysia. Dari studi ADB (1993), Indonesia memiliki daya saing lebih tinggi ketimbang Malaysia dan Papua Nugini. Bahkan studi Oil World (1998) memperkirakan Indonesia menyalip Malaysia pada 2010.
Sayang, keunggulan itu belum digali maksimal dengan menjadikannya komoditas primadona dalam menangguk devisa sehingga bisa menjadi solusi masalah pengangguran dan kemiskinan. Sejak zaman baheula, industri sawit tidak mengalami kemajuan berarti. Di tingkat petani rakyat, sawit berhenti sebagai aktivitas budi daya (on-farm) yang bernilai tambah kecil. Industri hilir (off-farm) yang mengolah sawit didominasi minyak goreng serta sedikit margarin, sabun, dan detergen. Sebagian besar kita mengekspornya dalam bentuk CPO yang value added-nya kecil. Dari 16 juta ton produksi CPO pada 2006, sebanyak 11,5 juta ton diekspor.
Sebaliknya, selain mengekspor CPO, Malaysia mengolahnya menjadi berbagai produk hilir bernilai tinggi. Malaysia unggul dalam produktivitas (3,21 ton CPO per hektare per tahun) ketimbang Indonesia (2,51 ton CPO per hektare per tahun). Malaysia juga berjaya karena ditopang 422 pabrik pengolahan, sedangkan Indonesia hanya 323 pabrik. Perbedaan ini mengakibatkan Malaysia mampu memanfaatkan 87 persen kapasitas pabrik terpasangnya yang mencapai 86 juta ton tandan buah segar (TBS) per tahun, sedangkan Indonesia 65 juta ton TBS per tahun.
Dampak kekurangan pabrik pengolah sawit di Indonesia tidak hanya pada daya saing yang rendah untuk produksi dan ekspor CPO, tapi juga mengakibatkan berdirinya pabrik-pabrik pengolahan CPO tanpa memiliki lahan sawit. Ini membuat jumlah produksi minyak sawit, kualitas produksi, dan harga tidak mampu diprediksi serta dikontrol dengan baik. Kondisi inilah yang mendukung perbedaan produksi dan ekspor kedua negara.
Sebetulnya, kerangka pikir yang dibangun oleh masyarakat perkebunan sawit kita merefleksikan kepentingan korporasi perkebunan besar. Pola pengembangannya menganut pola perkebunan berstruktur integrasi vertikal, yaitu pemilik pabrik pengolahan juga memiliki lahan perkebunan. Persoalan integrasi vertikal ini perlu dipelajari betul. Kita dapat belajar dari perusahaan seperti Nestle, yang memproduksi kopi, cokelat, dan lain-lain tanpa memiliki kebun kopi atau cokelat. Pabrik rokok pun demikian. Negara mendapat lebih dari Rp 35 triliun per tahun dari cukai rokok yang bahan bakunya dari petani tembakau dan cengkeh. Tapi sawit mayoritas diekspor dalam bentuk mentah (CPO).
Integrasi vertikal antara kebun dan pabrik pengolahan yang menggunakan luas lahan tidak terbatas akan menciptakan spatial monopoly. Di sektor hilir, industri olevin dan minyak goreng hanya dikuasai satu-dua perusahaan besar dengan penguasaan pangsa pasar yang besar pula. Pengaruh kuat dari sekelompok pengusaha yang memegang monopoli industri hulu kelapa sawit membuat industri hilir sawit tidak berkembang. Bagi pendatang baru, struktur monopolis ini sama artinya dengan entry barrier. Karakter monopoli ini tak hanya membuat perusahaan tidak efisien, tapi juga tidak kreatif dan inovatif.
Sebulan lebih harga minyak goreng melonjak tinggi. Petani sawit dan pengusaha pengolah sawit bersorak. Mereka menikmati harga yang tinggi. Tapi konsumen menjerit dan pemerintah pusing karena harga minyak goreng yang tinggi bisa mendongkrak inflasi. Sejumlah formula digulirkan, dari operasi pasar, kenaikan pajak ekspor, hingga subsidi. Ini solusi klasik yang diulang-ulang sejak 1990-an. Sampai sekarang kita belum mau menyusun solusi komprehensif agar rutinitas kenaikan harga minyak goreng tidak berulang. Berbeda dengan Malaysia. Dulu, negeri jiran itu berguru industri sawit kepada kita. Secara gradual, Malaysia membuat kebijakan sawit yang komprehensif, dari pembiayaan hingga riset, pasar, dan kelembagaan. Kini Malaysia berjaya, sedangkan Indonesia menjadi runner up dan tiap tahun diguncang masalah harga minyak goreng. Sebetulnya, kelapa sawit adalah berkah luar biasa. Namun, karena tidak becus, sawit menjadi sumber masalah.
Khudori, PEMERHATI MASALAH SOSIAL-EKONOMI PERTANIAN
dikutip dari Khudori
Selasa, 05 Juni 2007 | 12:33 WIB
Sejarah perkebunan adalah sejarah kepedihan. Komoditas perkebunan membuat bangsa ini dijajah. Nilainya yang tinggi membuat semua bangsa tergiur menguasainya. Sejarah mencatat bagaimana keuntungan besar diraih korporasi kartel VOC. Tanam paksa memberi Belanda uang 830 juta gulden. Agrarisch Wet 1870 adalah cikal bakal perusahaan perkebunan besar yang roh dan jiwanya hingga sekarang masih hidup, seperti dapat dilihat dalam struktur ekonomi dualistik. Dalam struktur ini, kehidupan perusahaan besar dengan manajemen dan organisasi modern berdampingan dengan perkebunan rakyat yang dilaksanakan oleh para pekebun kecil yang sederhana dan “tradisional”.
Pada 1970-an, pemerintah mengembangkan perkebunan besar badan usaha milik negara yang memakai utang luar negeri. Pola perusahaan inti rakyat perkebunan dikembangkan. Pada 1980-1990-an awal perusahaan besar swasta mulai masuk, didukung oleh program Perkebunan Besar Swasta Nasional dengan skema bank berbunga rendah. Peran pemerintah mendorong perkebunan besar, BUMN, dan swasta sangat besar. Luas area kelapa sawit milik BUMN dan swasta pada 1968 masing-masing hanya 79 ribu dan 41 ribu hektare. Pada 2006, dari 5,6 juta hektare perkebunan kelapa sawit, 57 persen dikuasai swasta, 30 persen rakyat, dan 13 persen negara. Dominasi perkebunan swasta hanya ada di sawit.
Peran pemerintah dalam mendorong perkebunan rakyat relatif kecil. Berbeda sikapnya terhadap korporasi swasta, perbankan kurang bersahabat dengan petani, bahkan sering dikatakan petani tidak bankable. Kenyataannya, perkebunan rakyat jadi tulang punggung penerimaan negara dan penyerapan tenaga kerja. Sebagai gambaran, area kakao rakyat kini sekitar 700 ribu hektare, kebun karet rakyat 3,5 juta hektare, dan kelapa 3,7 juta hektare. Saat ini sekitar 80 persen area perkebunan dikuasai rakyat, sedangkan sisanya oleh swasta dan BUMN. Selain sawit, perkebunan rakyat mendominasi. Rakyatlah yang jadi real investor-nya.
Kemajuan perkebunan kelapa sawit sesungguhnya berkat dorongan pemerintah dengan segala perangkat kebijakannya, mulai lahan hingga pembiayaan yang disubsidi. Saat ini, dengan lahan 5,6 juta hektare dan produksi CPO 16 juta ton, Indonesia jadi eksportir CPO terbesar kedua di dunia dengan pangsa 37 persen (11,3 juta ton CPO). Malaysia masih menguasai 42 persen pasar internasional. Dari produksi CPO 14,7 juta ton pada 2006, Malaysia mengekspor 13,5 juta ton. Selama bertahun-tahun sawit menjadi andalan ekspor.
Seperti tebu, kelapa sawit adalah “komoditas emas”. Dari sawit bisa dihasilkan puluhan produk turunan bernilai tinggi, baik pangan maupun nonpangan. Dibanding Malaysia, dalam hal sawit Indonesia memiliki sejumlah keunggulan komparatif. Pertama, Indonesia memiliki lahan dan tenaga kerja melimpah. Saat ini ada lahan 9,2 juta hektare, yang bisa diperluas menjadi 18 juta hektare. Perluasan lahan sawit Malaysia mentok. Kedua, biaya produksi CPO Indonesia lebih rendah daripada Malaysia. Dari studi ADB (1993), Indonesia memiliki daya saing lebih tinggi ketimbang Malaysia dan Papua Nugini. Bahkan studi Oil World (1998) memperkirakan Indonesia menyalip Malaysia pada 2010.
Sayang, keunggulan itu belum digali maksimal dengan menjadikannya komoditas primadona dalam menangguk devisa sehingga bisa menjadi solusi masalah pengangguran dan kemiskinan. Sejak zaman baheula, industri sawit tidak mengalami kemajuan berarti. Di tingkat petani rakyat, sawit berhenti sebagai aktivitas budi daya (on-farm) yang bernilai tambah kecil. Industri hilir (off-farm) yang mengolah sawit didominasi minyak goreng serta sedikit margarin, sabun, dan detergen. Sebagian besar kita mengekspornya dalam bentuk CPO yang value added-nya kecil. Dari 16 juta ton produksi CPO pada 2006, sebanyak 11,5 juta ton diekspor.
Sebaliknya, selain mengekspor CPO, Malaysia mengolahnya menjadi berbagai produk hilir bernilai tinggi. Malaysia unggul dalam produktivitas (3,21 ton CPO per hektare per tahun) ketimbang Indonesia (2,51 ton CPO per hektare per tahun). Malaysia juga berjaya karena ditopang 422 pabrik pengolahan, sedangkan Indonesia hanya 323 pabrik. Perbedaan ini mengakibatkan Malaysia mampu memanfaatkan 87 persen kapasitas pabrik terpasangnya yang mencapai 86 juta ton tandan buah segar (TBS) per tahun, sedangkan Indonesia 65 juta ton TBS per tahun.
Dampak kekurangan pabrik pengolah sawit di Indonesia tidak hanya pada daya saing yang rendah untuk produksi dan ekspor CPO, tapi juga mengakibatkan berdirinya pabrik-pabrik pengolahan CPO tanpa memiliki lahan sawit. Ini membuat jumlah produksi minyak sawit, kualitas produksi, dan harga tidak mampu diprediksi serta dikontrol dengan baik. Kondisi inilah yang mendukung perbedaan produksi dan ekspor kedua negara.
Sebetulnya, kerangka pikir yang dibangun oleh masyarakat perkebunan sawit kita merefleksikan kepentingan korporasi perkebunan besar. Pola pengembangannya menganut pola perkebunan berstruktur integrasi vertikal, yaitu pemilik pabrik pengolahan juga memiliki lahan perkebunan. Persoalan integrasi vertikal ini perlu dipelajari betul. Kita dapat belajar dari perusahaan seperti Nestle, yang memproduksi kopi, cokelat, dan lain-lain tanpa memiliki kebun kopi atau cokelat. Pabrik rokok pun demikian. Negara mendapat lebih dari Rp 35 triliun per tahun dari cukai rokok yang bahan bakunya dari petani tembakau dan cengkeh. Tapi sawit mayoritas diekspor dalam bentuk mentah (CPO).
Integrasi vertikal antara kebun dan pabrik pengolahan yang menggunakan luas lahan tidak terbatas akan menciptakan spatial monopoly. Di sektor hilir, industri olevin dan minyak goreng hanya dikuasai satu-dua perusahaan besar dengan penguasaan pangsa pasar yang besar pula. Pengaruh kuat dari sekelompok pengusaha yang memegang monopoli industri hulu kelapa sawit membuat industri hilir sawit tidak berkembang. Bagi pendatang baru, struktur monopolis ini sama artinya dengan entry barrier. Karakter monopoli ini tak hanya membuat perusahaan tidak efisien, tapi juga tidak kreatif dan inovatif.
Sebulan lebih harga minyak goreng melonjak tinggi. Petani sawit dan pengusaha pengolah sawit bersorak. Mereka menikmati harga yang tinggi. Tapi konsumen menjerit dan pemerintah pusing karena harga minyak goreng yang tinggi bisa mendongkrak inflasi. Sejumlah formula digulirkan, dari operasi pasar, kenaikan pajak ekspor, hingga subsidi. Ini solusi klasik yang diulang-ulang sejak 1990-an. Sampai sekarang kita belum mau menyusun solusi komprehensif agar rutinitas kenaikan harga minyak goreng tidak berulang. Berbeda dengan Malaysia. Dulu, negeri jiran itu berguru industri sawit kepada kita. Secara gradual, Malaysia membuat kebijakan sawit yang komprehensif, dari pembiayaan hingga riset, pasar, dan kelembagaan. Kini Malaysia berjaya, sedangkan Indonesia menjadi runner up dan tiap tahun diguncang masalah harga minyak goreng. Sebetulnya, kelapa sawit adalah berkah luar biasa. Namun, karena tidak becus, sawit menjadi sumber masalah.
Khudori, PEMERHATI MASALAH SOSIAL-EKONOMI PERTANIAN
dikutip dari KLIPING Cyber MEDIA
Selengkapnya...
MENBAK BATIN ORANG
MENEBAK BATIN ORANG
ini meruapkan permainan yang menggunakan cara matematik, permainan ini pernah saya praktekna dulu tapi saya masih kurang menegtahui caranya, jadi saya masuk blog sana sini akhirnya waktu saya masuk k blog Kerikil-Kerikil ya saya dapat ini deh, moga permainan bermanfaat...
Permainan ini dimulai dari mempersiapkan sebuah atau lebih hitungan aljabar yang akan digunakan untuk permainan . Misalnya n adalah sebuah bilangan yang disebutkan dalam batin seseorang.
Pertama-tama disusun hitungan aljabar oleh yang mengajak bermain, umpama:
{2(n + 1) + 4} : 2 = n + 3
Kemudian lawan bermain kita diminta untuk melakukan perintah-perintah berikut :
1. Sebutkan dalam batinmu sebuah bilangan.
2. Tambahkan bilangan tersebut dengan 1
3. Kalikan 2
4. Kemudian tambah lagi dengan 4
5. Bagilah hasilnya dengan 2
6. Sebutkan hasil terakhir ini
Misal lawan bermain kita memikirkan bilangan 5; dalam merespon perintah kita yang mengajak bermain :
1). menyebut (dalam batin) 5
2). 5 + 1 = 6
3). 6 x 2 = 12
4). 12 + 4 = 16
5). 16 : 2 = 8.
6). lawan bermain kita menyebut 8
Karena hasil hitungan yang untuk bermain adalah n + 3 ; dan 5 + 3 = 8; (atau n = 8 – 3 = 5); maka kita sebagai yang mengajak bermain menebak : Bilangan yang kau pikirkan adalah 5.
Kita boleh membuat hitungan lain yang, misalnya
(2(n + 3) – 6) + 1 = 2n + 1.
Pemainan dimulai :
1. Sebutkan dalam batinmu sebuah bilangan
2. Tambah dengan 3
3. Hasilnya kalikan 2
4. Kurangi dengan 6
5. Selanjutnya tambah lagi dengan 1
6. Sebutkan (ucapkan ) hasil terakhir.
Diumpamakan lawan bermain kita menyebut dalam batin bilangan 6.
6 + 3 = 9
9 x 2 = 18
18 – 6 = 12
12 + 1 = 13
Lawan bermain kita menyebutkan bilangan 13.
Kita tahu bahwa 13 = 2 x 6 + 1. Maka tebakannya adalah 6.
Atau karena kunci tebakan adalah 2n + 1, maka tebakannya
n = (13 – 1) : 2 yang sama dengan 6.
Permainan ini bisa dikembangkan lagi menjadi yang lebih keren, yaitu misalnya “menebak bulan kelahiran dan umur lawan bermain” kita.
Pertama-tama yang kita pikirkan membuat hitungan aljabar, sehingga hasilnya berupa : satu atau dua angka pertama menunjukkan bulan kelahiran dan dua angka berikutnya adalah umur , dengan perjanjian bahwa umur lawan bermain kita tidak lebih kecil dari 10 tahun.
Sebutlah bulan kelahiran adalah X dan umur adalah Y; hitungan aljabar yang kita buat harus menghasilkan 100X + Y .
Marilah kita mualai membuat hitungan aljabar, misalnya
(2X + 5) * 50 + Y supaya menghasilkan 100X + Y hitungan tersebut harus dikurangi 250. Hitungan berubah menjadi :
(2X + 5) * 50 + Y – 250 ini sudah menghasilkan 100X + Y; nah yang – 250 ini kita buat seolah-olah sesuatu yang misterius. Misalnya dikaitkan dengan bulan, dimana satu bulan sama dengan 30 hari; dikaitkan lagi dengan tahun, 1 tahun = 365 hari, dikaitkan lagi 1 tahun = 12 bulan.
Kemudian hitungan tersebut diubah lagi, misalnya menjadi :
(2X + 5) * 50 + Y + 30 – 12 + 97 – 365 = 100X + Y.
Kita mulai bersiap-siap untuk permainan kita. Dimulai perjanjian bahwa yang dimaksud bulan adalah bulan dalam bilangan, misalnya bulan Februari itu adalah bulan 2 dan seterusnya.
1. Ingat-ingat bulan kamu dilahirkan dan sekarang umurmu berapa.
2. Kalikan bulan kamu dilahirkan dengan 2
3. Selanjutnya tambah dengan 5
4. Kalikan dengan 50
5. Tambahkan dengan umurnu
6. Tambah lagi dengan 30 (Komentar : 1 bulan = 30 hari)
7. Kurangi dengan 12 (komentar: 1 tahun = 2 bulan)
8. Selanjutnya tambah dengan 97
9. Terakhir kurang dengan 365 (komentar : 1 tahun =365 hari)
10. Sebutkan hasil terakhir yang kamu peroleh.
Catatan untuk yang mengajak bermain :
Yang perlu diketahui oleh penebak adalah bahwa dua angka terakhir menunjukkan umur.
Jadi apabila hasil terakhir 1225, artinya dia lahir bulan 12 (Desember) dan umur yang diajak bermain 25 tahun.
Apabila hasil terakhir 127 ; lahir bulan 1, umur 27 tahun
Apabila hasil terakhir 101 ; hitungan pasti salah.
Apabila hasil terakhir 110 ; lahir bulan 1, umur 10 tahun.
Apabila hasil terakhir 122 ; lahir bulan 1, umur 22 tahun.
Apabila hasil terakhir 1222 ; lahir bulan 12, umur 22 tahun.
Kita bermain dengan seseorang yang berumur 22 tahun, yang lahir di bulan Desember.
1). Yang perlu diingat lahir bulan 12; umum 22
2). bulan kali 2 yaitu 12 x 2 = 24
3). 24 + 5 = 29
4). 29 x 50 = 1450
5). 1450 + umur = 1450 + 22 = 1472
6). 1472 + 30 = 1502
7). 1502 – 12 = 1490
8). 1490 + 97 = 1587
9). 1587 – 365 = 1222
Jadi umurmu 22 tahun dan kamu lahir dalam bulan Desember.
Hitungan diatas yaitu (2X + 5) * 50 + Y +30 – 12 + 97 -365
bisa juga diartikan X adalah tanggal; dan Y adalah bulan. Sehingga hitungan tersebut bisa digunakan untuk menentukan “Ulang Tahun” seseorang, dengan perintah :
1. Ulang Tahun dinyatakan dalam tanggal dan bulan; bulan disini dinyatakan dalam bilangan, misal bulan Februari adalah bulan 2.
2. Kalikan tanggal dalam ulang tahunmu dengan 2
3. Selanjutnya tambah dengan 5.
4. Kalikan dengan 50
5. Tambah dengan bulan dalam ulang tahunmu.
6. Tambahkan 30
7. Kurangi 12
8. Tambah lagi dengan 97
9. Terakhir kurangi dengan 365
10.Sebutkan hasil hitungan mu.
Catatan : perlu diketahui bahwa dua angka terakhir menunjukkan bulan. Jadi, misalnya dalam hitungan menghasilkan 111 berarti 1 November; 205 berarti 2 Mei; 2005 berarti 20 Mei.
di kutip dari Kerikil-Kerikil
Selengkapnya...
PLANET PLUTO BERUBAH WARNA
LONDON--Para ilmuwan Badan Luar Angkasa Amerika Serikat (NASA) mengungkapkan, planet Pluto yang kecil dan terletak di paling ujung sistem tata surya kini semakin berwarna merah. Gambar-gambar yang diambil teleskop ruang angkasa Hubble memperlihatkan bahwa planet itu 20 persen lebih merah dari sebelumnya.
Para pakar yakin, fenomena itu disebabkan oleh perubahan pada es yang ada di permukaan Pluto di saat planet ini memasuki tahap baru dari orbit selama 248 tahun.
Gambar-gambar baru ini memperlihatkan nitrogen yang membeku semakin bersinar di utara dan semakin gelap di bagian selatan.
"Perubahan-perubahan ini kemungkinan besar merupakan dampak dari mencairnya es di kutub yang terkena sinar matahari, sementara di kutub lainnya membeku," demikian pernyataan Institut Sains Teleskop Ruang Angkasa NASA, Jumat (5/2)
Namun sejumlah pakar astromoni menyatakan kaget dengan perubahan tersebut. ''Sedikit mengejutkan melihat perubahan ini terjadi demikian besar dan demikian cepat," ujar Marc Buie, dari Southwest Research Institute. "Ini tidak pernah terjadi sebelumnya."
Tahun 2006, para astronomi mencabut status Pluto sebagai planet penuh menjadi planet kecil. Planet yang terletak sangat jauh dan jauh lebih kecil dari delapan planet lain di tata surya ini memang jauh lebih kecil dari beberapa bulan yang ada di ruang angkasa.
Para pakar astronomi juga memprediksi, warna merah ini diperkirakan tidak berdampak pada suhu di pluto. Meski ada warna kemerahan, suhu permukaan Pluto tetap sangat dingin, di titik -233C.
Redaksi - Reporter
Red: endro
dikutip dari republika
Selengkapnya...
teman-teman
alam..........yang indah
